Senin, 31 Oktober 2016

Jokowi "Pusing" Perkembangan "Startup" Indonesia Tertinggal dari Negara Lain

Andy Budiman/Kompas.comPresiden Joko Widodo membuka dan meresmikan penyelenggaraan "Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016". Acara e-commerce terbesar ini mengambil tema “The New Digital Energy of Asia”. Acara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 27-29 April 2016.
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka membuka dan meresmikan penyelenggaraan Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016. 


Acara e-commerce terbesar ini mengambil tema “The New Digital Energy of Asia”. Acara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 27-29 April 2016.

Dalam pidato sambutannya, Jokowi menyatakan "pusing" dengan ketertinggalan perkembangan "startup" Indoensia dibanding negara lain. Sebelumnya, Jokowi pernah berkunjung ke Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa, salah satu agendanya untuk melihat perkembangan startup di negara-negara tersebut.


"Setelah mendengar sambutan Daniel Tumiwa dan Menkominfo makin pusing saya. Setelah kembali ke Indonesia kita harus bergerak secepatnya, tidak ada waktu lagi, kalau tidak kita akan ditinggal," kata dia.

Presiden Jokowi mengatakan, saat ini fokus pemerintah adalah bagaimana mempercepat langkah yang dibutuhkan supaya ketertinggalan perkembangan startup tidak terlalu jauh.

Caranya, dengan mempercepat developer dan startup untuk mengejar negara-negara yang mulai jauh lebih awal dari Indonesia. Serta, mMembentuk ekosistem yang akan memungkinkan startup Indonesia berkompetisi dengan negara-negara lain.

"Alibaba sudah masuk. Menjadi peringatan bagi kita semua, melihat potensi digital ekonomi Indonesia yang besar. Ada opportunity yang harus diisi. Tidak apa-apa mereka bergabung," kata Jokowi.

Menurut dia, startup bisa berkembang jika benar-benar dipikirkan oleh pemerintah serta anggarannya juga disiapkan dengan baik.

"Thailand sudah menyiapkan Rp 7 triliun. Kalau kita tidak bisa melebihi mereka kita akan ditinggal. Kalau ditantang anak muda berani, tapi hitungannya suka tertinggal, saya juga mengalami itu. Masuk ke jurang," lanjut dia.

Jokowi berpesan, startup harus betul-betul diperhatikan dan diberi dorongan agar bisa meloncat ke level berikutnya. Startup juga harus dicarikan pemodal, untuk melangkah ke level yang lebih atas.

"Kalau ini diteruskan, mal-mal bisa banyak yang tutup. Hati-hati. Kalau kita belanja di rumah, siapa yang mau ke mal lagi? Ecommerce diharapkan bisa digunakan untuk membantu petani, nelayan, usaha mikro, di kampung-kampung, desa-desa, pelosok-pelosok," pungkas Jokowi.


Andy Budiman/Kompas.comPresiden Joko Widodo membuka dan meresmikan penyelenggaraan "Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016". Acara e-commerce terbesar ini mengambil tema “The New Digital Energy of Asia”. Acara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 27-29 April 2016.
Seperti diketahui, workshop selama 3 hari ini akan menampilkan 72 pembicara baik dari lokal maupun internasional.

Antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara,  Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Vice President SEA & India Google Rajan Anandan , Global CEO Nielsen Mitch Barns, CEO & Co-Founder Redmart Roger Egan, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga terdapat lebih dari 150 eksibitor yang bergerak di industri e-commerce

William Tanuwijaya, pendiri e-commerce Tokopedia, juga akan hadir sebagai pembicara pada IESE Summit hari ketiga (29 April 2016).

William baru saja dinobatkan sebagai Young Global Leaders (YGL) angkatan 2016 ini meneruskan tradisi pemimpin Indonesia di panggung dunia, setelah sebelumnya Thomas Lembong dan Anies Baswedan, terpilih masing-masing di tahun 2008 dan 2009.

Hal tersebut sekaligus mengikuti jejak entrepreneur teknologi dunia, seperti Jack Ma (YGL 2005), Mark Zuckerberg (YGL 2009), Larry Page dan Sergey Brin (YGL 2011).

IESE didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Ekonomi Kreatif dan KADIN.

Harga tiket Summit senilai Rp. 4.000.000,- belum termasuk PPN, untuk full-access selama 3 hari dan harga tiket Workshop senilai Rp. 750.000 belum termasuk PPN untuk akses harian. Tiket tersedia di www.iese.id(Andy Budiman)
Kompas TVWTO Gandeng Indonesia Kembangkan E-Commerce


–– ADVERTISEMENT ––
Editor: Aprillia Ika

sumber
Apakah Anda ingin men-share artikel ini?










Poskan Komentar